Jumat, 27 Maret 2009

Earth Hour


VOTE EARTH

YOUR LIGHT SWITCH IS YOUR VOTE

This year, Earth Hour has been transformed into the world’s first global election, between Earth and global warming.

For the first time in history, people of all ages, nationalities, race and background have the opportunity to use their light switch as their vote – Switching off your lights is a vote for Earth, or leaving them on is a vote for global warming. WWF are urging the world to VOTE EARTH and reach the target of 1 billion votes, which will be presented to world leaders at the Global Climate Change Conference in Copenhagen 2009.

This meeting will determine official government policies to take action against global warming, which will replace the Kyoto Protocol. It is the chance for the people of the world to make their voice heard.

Earth Hour began in Sydney in 2007, when 2.2 million homes and businesses switched off their lights for one hour. In 2008 the message had grown into a global sustainability movement, with 50 million people switching off their lights. Global landmarks such as the Golden Gate Bridge in San Francisco, Rome’s Colosseum, the Sydney Opera House and the Coca Cola billboard in Times Square all stood in darkness.

In 2009, Earth Hour is being taken to the next level, with the goal of 1 billion people switching off their lights as part of a global vote. Unlike any election in history, it is not about what country you’re from, but instead, what planet you’re from. VOTE EARTH is a global call to action for every individual, every business, and every community. A call to stand up and take control over the future of our planet. Over 74 countries and territories have pledged their support to VOTE EARTH during Earth Hour 2009, and this number is growing everyday.

We all have a vote, and every single vote counts. Together we can take control of the future of our planet, for future generations.

VOTE EARTH by simply switching off your lights for one hour, and join the world for Earth Hour.

Saturday, March 28, 8:30-9:30pm.

Source: http://www.earthhour.org/about/




FOTOFUN

http://fotofuncommunity.multiply.com

Fotografer.net Portal Penggemar Fotografi Indonesia

http://www.fotografer.net/

Kamis, 26 Maret 2009

Sebelum Bencana, Situ Gintung Kawasan Wisata yang Mempesona



Foto: www.situgintung.com

Jakarta - Nama Pulau Situ Gintung mendadak menjadi pemberitaan utama di hampir semua media massa nasional. Tentu tidak mengherankan. Kawasan seluas lebih dari 5 hektar itu sedang dilanda banjir bandang.

32 Orang tewas akibat runtuhnya tanggul Situ Gintung, Jumat (27/3/2009) pukul 02.00 WIB. Jumlah itu diperkirakan bakal bertambah mengingat masih banyak warga yang hilang.

Sebelum peristiwa ini, pulau yang terletak di Desa Cirendeu, Ciputat, Tangerang itu dikenal sebagai salah satu lokasi wisata, outbound, dan pesta. Setiap hari libur, lokasi yang dikelilingi Danau Situ Gintung ini selalu dipadati  warga Jakarta yang ingin melepaskan penat.

Lokasi yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, membuat lokasi ini banyak dipilih kantor-kantor untuk mengadakan gathering. Bahkan Anda bisa datang untuk sekadar berolahraga seperti renang dan tenis di tempat yang pemandangannya tidak kalah dari kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat itu.

Karena pemandangan yang indah, beberapa rumah produksi juga sering menggunakan kawasan ini untuk syuting video klip, iklan ataupun sinetron. Maka tidak heran jika Anda ke tempat ini, sering bertemu artis-artis.

Biaya masuk ke Pulau Situ Gintung pun relatif murah. Untuk dewasa hanya dikenai Rp 4 ribu sekali masuk. Sedangkan untuk anak-anak lebih murah yakni Rp 2 ribu. Jika Anda ingin camping juga tidak mahal, tinggal membayar Rp 7.500, Anda bisa menikmati malam di kawasan romantis itu.

Anda juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam jika ingin mengajak teman-teman menginap di lokasi ini. Dengan Rp 150 ribu per malam, Anda dan rekan-rekan sudah bisa menginap di wisma Situ Gintung.

(ken/iy)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/03/27/123130/1105796/10/sebelum-bencana-situ-gintung-kawasan-wisata-yang-mempesona

Rabu, 25 Maret 2009

Yaman Tahan 6 Anggota Al Qaeda




Sanaa - Otoritas Yaman menahan enam tersangka yang diduga merupakan anggota kelompok militan Al Qaeda. Mereka dicurigai hendak menyerang instalasi minyak dan turis-turis asing di negara Arab.

"Petugas berhasil menangkap enam orang yang ditunjuk untuk menjalankan aksi terorisme," kata Menteri Dalam Negeri Yaman, Mutahar al Masri, seperti dikutip dari reuters, Rabu (25/3/2009).

Mutahar melanjutkan, pihaknya masih memburu tersangka lainnya.

"Al Qaeda merencanakan 12 aksi terorisme di instalasi perminyakan dan para turis asing," jelasnya.

Bulan Maret ini, imbuhnya, sebuah bom bunuh diri meledak dan menewaskan empat turis asal Korea Selatan.

Menurut Mutahar, aksi pengeboman di Yaman berdasarkan perintah pemimpin sayap regional Al Qaeda untuk menyerang pendatang non muslim.

(irw/irw)

Kamis, 19 Maret 2009

Ada Benang Merah di Dalam Biskuit Merek Terkenal

Sore itu aku pergi ke rumah temanku. Dia sedang makan malam. Lalu dia menawari aku makan. Aku menolaknya karena aku sudah makan. Lalu dia menawari saya makan biskuit cokelat Prince Double Choc (Danone made in A. R. E.). Aku makan saja biskuit itu karena memang aku sangat suka cokelat. Ketika lagi enak nikmati biskuit itu, tiba-tiba saja ada yang mengganjal waktu aku kunyah. Seetelah aku cek ternyata benang merah. Untung saja tidak tertelan.

Ternyata tidak selamanya merek makanan terkenal menjamin kualitas produknya.

Selasa, 17 Maret 2009

Obama Marah dengan Bonus AIG

 
Obama Marah dengan Bonus AIG
BBC

WASHINGTON -- Presiden Barack Obama mengungkapkan kemarahan atas bonus sebesar US$ 165 juta yang dijanjikan kepada para eksekutif perusahaan AIG, yang dibantu pemerintah karena terancam kebangkrutan.

Presiden Obama menyebut bonus itu sebagai 'menyakitkan.' "Amat sulit untuk memahami para pedagang derivative di AIG dijamin mendapat bonus, sekitar US$ 165 juta sebagai bayaran tambahan," tuturnya.

Dan dia mendesak Menteri Keuangan, Timothy Geithner, untuk mengupayakan semua jalan hukum guna menghalangi pemberian bonus itu.

Belakangan jurubicara Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan pembayaran dana berikut untuk membantu AIG akan diubah guna melindungi pembayar pajak.

Dia tidak menjelaskan bagaimana caranya, namun para pengamat mengatakan pemerintah bisa mengurangi dana --yang totalnya mencapai US$ 30 milyar-- sebesar US$ 165 sehingga AIG mencari dana bonus dari sumber lain. AIG mengumumkan pembayaran bonuis tersebut pada Hari Minggu.

Minta nama penerima

Dalam pidato peluncuran inisiatif untuk membantu usaha kecil menghadapi krisis ekonomi, Presiden Obama mengecam keras AIG.

"Di seluruh negeri, orang-orang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa bantuan dana dari pemerintah atau bonus miliaran dollar," katanya.

"Dan yang mereka minta adalah semua orang, dari Main Street ke Wall Street dan ke Washington, adalah aturan yang sama."

Uang sebesar US$ 165 juta dibayarkan kepada para eksekutif pada Hari Minggu, yang merupakan bagian dari total pembayaran bonus yang diperkirakan mencapai US$ 450 juta.

Jaksa Agung New York, Andrew Cuomo, mengatakan sudah mengeluarkan perintah hukum yang meminta AIG mengungkap nama-nama yang menerima bonus itu.

Namun AIG, katanya, menolak untuk menyerahkan daftar itu. "Jika sebuah perusahaan membayar dana yang secara praktis tidak dimiliki perusahaan, itu sama dengan mencuri perusahaan," katanya.

AIG masih belum memberi komentar atas langkah hukum itu namun jurubicara AIG mengatakan mereka melakukan kontak-kontak dengan jaksa agung.

Menyakitkan
 
AIG sudah menerima bantuan dari pemerintah Amerika Serikat sebesar US$ 180 milyar sejak terancam bangkrut pada Tahun 2008. Pimpinan AIG, Ed Liddy --yang ditunjuk pemerintah setelah perusahaan itu menghadapi masalah-- mengatakan sebelumnya bahwa bonus harus dibayarkan untuk memenuhi kontrak yang ditandatangani sebelum krisis keuangan.

Namun Liddy menambahkan bonus tahun ini sudah diubah dan dipotong sampai 30%. Bagaimanapun langkah itu masih belum cukup meredakan para senator Amerika Serikat.

Pemimpin Partai Republik di Senat, Mitch McConnell, tetap mempertanyakan bonus itu karena kontrak tidak menyebutkan masuknya dana negara. "Apakah mereka menandatangani kontrak dengan mengetahui sepenuhnya, bahwa secara praktis, pembayar pajak Amerika Serikat yang akan membayar para karyawan?"

"Khususnya para karyawan yang membuat mereka masuk ke dalam kekacauan ini. Saya kira ini menyakitkan," katanya seperti dikutip situs BBC.

Sementara itu anggota Senat dari Partai Demokrat, Elijah Cummings, juga ikut marah. "Ini sama seperti, ok kamu harus membantu saya untuk mengacaukan kamu. Dan saya akan ambil uang kamu dan menamparmu dengan uang itu." - ahi

Sumber: http://republika.co.id/berita/38170/Obama_Marah_dengan_Bonus_AIG