Jumat, 06 Maret 2009

Presiden SBY Minta Presiden Korsel Bantu TKI Korban PHK



(Foto: Dok. detikcom)

Jakarta - Tidak sedikit TKI di Korea Selatan yang jadi korban PHK sebagai dampak krisis ekonomi global. Pemerintah RI berharap Pemerintah Korea Selatan memberi kelonggaran kepada para TKI korban PHK untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Demikian papar Presiden SBY tentang salah satu agenda pertemuannya dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak. Pertemuan sore ini, Jumat (6/3/2009), berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.

"Saya minta kepada beliau agar para TKI korban PHK diberi tenggang waktu cukup untuk mendapatkan pekerjaan baru dan lebih baik sehingga mereka tidak sampai harus kembali ke Indonesia," ujar SBY.

Sebelumnya Presiden SBY berterimakasih pada Presiden Lee Myung-bak atas crash program bagi para korban PHK. Program ini memberikan kesempatan pada para korban PHK, baik pekerja asing maupun lokal.

Atas permintaan tersebut Presiden Lee Myung-bak menyatakan memperhatikannya benar. Para TKI yang total jumlahnya sekitar 20 ribu orang merupakan bagaian dari perkembangan ekonomi Korsel.

"Kami tidak ada diskriminasi antara pekerja asing dan lokal. Setiba di Korsel nanti saya bersama jajaran terkait akan mencarikan jalan keluarnya," kata Presiden Lee Myung-bak.

Cegah PHK

Terkait mengantsipasi dampak krisis ekonomi global, Presiden SBY menyatakan Pemerintah RI terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investor asing. Tidak terkecuali bagi perusahaan asal Korsel yang jumlahnya mencapai 1300 buah dan tengah memperkerjakan 500 ibu tenaga kerja.

"Kami terus mencarikan jalan agar semua perusahaan itu tetap berjalan
dan tidak perlu ada PHK," tutur SBY.

(lh/gah)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/03/06/201546/1095787/10/presiden-sby-minta-presiden-korsel-bantu-tki-korban-phk

Golput adalah Sebuah Pilihan

 

 

Pemilu sebentar lagi akan dilaksanakan. Aku tidak tahu seperti apa kampanye yang dilangsungkan untuk masa ini. Sepertinya berbeda dengan pelaksanaan Pemilu lima tahun sebelumnya. Sebagian masyarakat Indonesia sepertinya masih ada yang memutuskan untuk tidak memilih alias golput. Banyak alasan yang berbeda-beda. Entah itu karena merasa tidak ada yang sesuai dengan hati nurani. Entah itu karena malas (eh ada tidak ya yang seperti ini?). Atau apalah itu?

Kalau aku sendiri awalnya sempat bimbang, apakah aku akan ikut Pemilu atau tidak. Mengingat tempatnya jauh yaitu di KBRI Riyadh. Dan juga majikanku belum tentu mengijinkan aku untuk ikutan Pemilu. Ongkos yang dibutuhkan juga lumayan besar. Naik taksi untuk pergi ke tempat pemunggutan suara memerlukan ongkos sebesar 30 Riyal. Jadi kalau pulang pergi mesti mengeluarkan uang sebesar 60 Riyal. Sayang....

Seandainya ada alternatif lain misalnya panitia Pemilu mendatangi para pemilih, mungkin lebih banyak yang antusias.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengampanyekan golput. Terserah pribadi masing-masing untuk ikut Pemilu atau tidak. Itu hak masing-masing. Lagi pula Golput adalah sebuah pilihan juga bukan? 

 

Rabu, 04 Maret 2009

Google dan Microsoft 'Dipaksa' Cegah Aksi Teroris



Screenshot Google Earth

Jakarta - Apa hubungan Google dan Microsoft dengan terorisme? Pastinya, kedua perusahaan itu bakal terkena peraturan yang 'memaksa' mereka untuk mencegah aksi terorisme.

Ya, hal ini terkait dengan layanan perta online yang disediakan Google, Microsoft dan juga perusahaan lainnya seperti Yahoo. Sebuah peraturan sedang digodok anggota legislatif Amerika Serikat untuk 'memaksa' para penyedia layanan peta online untuk mencegah aksi terorisme.

Tepatnya, Google dkk diminta mengaburkan (blur) gambar-gambar pada peta mereka yang menampilkan target terorisme. Ini termasuk gedung sekolah, gedung pemerintahan dan tempat peribadatan.

Google Maps, Google Earth dan Microsoft Virtual Earth konon bisa digunakan para teroris dalam merancang serangannya. Bahkan ada spekulasi bahwa teknologi peta online telah digunakan dalam serangan di Irak dan Israel.

Dikutip detikINET dari NYTimes, Kamis (5/3/2009), meski belum ada peraturan ini beberapa penyedia peta online telah secara sukarela mengaburkan gambar lokasi tertentu. Google, Microsoft dan beberapa penyedia gambar bagi kedua perusahaan itu dikabarkan telah mengaburkan lokasi seperti Gedung Putih. ( wsh / wsh )

Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2009/03/05/072937/1094558/398/google-dan-microsoft-dipaksa-cegah-aksi-teroris

Selasa, 24 Februari 2009

Gila, Suster Buat 6 Ribu Tindikan di Tubuhnya




Brazil - Ada-ada saja kegilaan yang dilakukan Elain Davidson ini. Demi memecahkan rekor Guiness World Records, dia rela menindik seluruh badannya dengan logam.

Wanita asal Brazil ini pertama kali dikenal pada tahun 2000 dalam acara Guiness World Record. Saat itu, dia hanya memiliki 462 tindikan dengan 192 tindikan di wajahnya.

"Saya tidak nyaman ditindik, tapi untuk memecahkan rekor, kamu harus mencapai level yang lebih tinggi lagi. Saya ingin pecahkan rekor," kata Elain Davidson seperti dilansir Daily Telegraph, Rabu (25/2/2009).

Kini, wanita yang berprofesi sebagai suster ini memiliki 6005 tindikan di tubuhnya. 1500 diantaranya terdapat dibagian dalam tubuhnya.

"Keluarga saya tidak suka tato atau tindikan. Tapi saya senang. Saya memutuskan untuk merubah diriku dan menjadi diriku apa adanya," katanya. (mei/lrn)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/025707/1090031/10/gila-suster-buat-6-ribu-tindikan-di-tubuhnya


Pertahankan Pernikahan Berarti Menyelamatkan Planet




Jakarta - Pembuat undang-undang di Australia mengatakan, dengan mempertahankan pernihakan itu lebih baik untuk planet daripada bercerai. Karena dengan bercerai, akan menimbulkan lajang-lajang baru yang hidup dengan gaya hidup yang boros.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (25/2/2009), senator Steve Fielding mengatakan perceraian hanya akan membuat cuaca berubah jadi buruk. Ketika pasangan berpisah, para lajang ini akan menjadi sumber gaya hidup yang tidak efisien.

Untuk hidup sendiri, mereka membutuhkan ruangan lebih banyak. Selain itu, listrik dan air yang diperlukan juga akan lebih banyak.

"Kami mengerti bahwa ada masalah sosial (dengan bercerai), tapi kini kita melihat juga ada dampak lingkungannya," kata Steve. Pertahankan Pernikahan Berarti Menyelamatkan Planet

(mei/lrn)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/054812/1090042/10/pertahankan-pernikahan-berarti-menyelamatkan-planet

Minggu, 22 Februari 2009

Ulama Al-Azhar Kutuk Serangan Bom di Kairo



Reuters

Jakarta - Serangan granat di kawasan wisata Kairo mendapat kecaman. Ulama besar Al- Azhar, Prof Dr Mohammed Sayyid Thantawi dalam pernyataannya mengecam aksi teroris yang tidak mengindahkan citra dan nilai-nilai Islam yang mencintai kedamaian.

"Pelaku pembom tersebut pengecut dan tidak menghargai makna jiwa manusia," ujar Thantawi di Cairo, Senin (23/2/2009).

Serangan granat ini terjadi pukul 18.30 waktu setempat. Saat itu masyarakat sekitar Hussein telah usai menunaikan Shalat Magrib di Masjid Sayyidina Hussein. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan granat yang dilemparkan dari atas gedung Khan Khalili Hotel yang dibawahnya terdapat beberapa kafe yang sedang menjamu para turis asing, domestik dan Arab.

Menurut penegasan Dr. Hatim Gaballi, Menteri Kesehatan Mesir bahwa Granat tangan yang dilemparkan tersebut menewaskan seorang perempuan asal Prancis berumur 20 tahun dan 8 Prancis lainnya serta 1 warga Jerman, 3 warga Mesir dan 3 warga Saudi sedang dirawat serius di tiga Rumah Sakit Mesir.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Penyidik dan Apkam Mesir masih menyelidiki sebab-sebab dan modus operandi aksi peledakan granat tangan yang dilemparkan di kawasan wisata segitiga emas, tempat para pelancong menikmati Kota Tua Cairo. Letak tempat wisata ini berada di depan Universitas Al-Azhar.

(rdf/rdf)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/02/23/064202/1088783/10/ulama-al-azhar-kutuk-serangan-bom-di-kairo

Senin, 16 Februari 2009

Hillary Tak Akan Bertemu Tokoh Lintas Agama RI



Foto :AFP
Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton hanya akan bertemu dengan Presiden SBY dan Menlu Hassan Wirajuda dalam kunjungannya ke Indonesia. Tidak ada pertemuan dengan tokoh lintas agama.

"Nampaknya waktunya sangat terbatas. Karena pada hari Kamis siang sudah bertolak ke negara lain. Yang baru disepakati pertemuan Menlu dan Presiden," ujar Menlu Hassan Wirajuda.

Hassan menyatakan hal itu menjawab pertanyaan apakah Hillary akan bertemu dengan tokoh lintas agama, saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (17/2/2009).

Hillary akan berkunjung ke Indonesia selama dua hari mulai Rabu (18/2/2009) besok. Kunjungan ini akan menjadi kunjungan pertama Hillary ke Indonesia.

Dalam pertemuannya dengan Hillary nanti, menurut Hassan, akan dibicarakan mengenai upaya meningkatkan hubungan kedua negara dalam cakupan partnership strategic.

"Akan dibicarakan kesamaan konsepsi itu sendiri. Bisa diduga perkembangan di kawasan ASEAN dan Asia Timur dan peran negara di kawasan ini dalam mencari solusi di kawasan krisis," kata Hassan.

Selain itu, juga dibahas isu-isu upaya penyelesaian konflik di Iran, dan isu-isu lain yang menjadi perhatian kedua negara.

Apakah juga akan dibicarakan soal proposal perdamaian Palestina yang pernah dibicarakan antara Wapres Jusuf Kalla dengan Wapres AS Joe Biden beberapa waktu lalu? "Kita tidak bicara spesifik mengenai itu," jawabnya singkat. (anw/iy)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/02/17/120415/1086030/10/hillary-tak-akan-bertemu-tokoh-lintas-agama-ri