Sabtu, 25 Oktober 2008

Indonesia Tetap Tolak IMF

Beijing - Indonesia pernah menggunakan jasa IMF saat menangani krisis 11 tahun silam. Namun jasa IMF itu telah membuat Indonesia trauma. Indonesia pun kapok dan tak mau menggunakan jasa IMF lagi.

Penegasan sikap Indonesia untuk tak mau menyertakan IMF dalam menghadapi krisis finansial global ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menanggapi hasil kesepakatan KTT ASEM.

Dalam salah satu poin deklarasi, dikatakan bahwa IMF harus memainkan peran penting dalam membantu negara-negara yang terkena dampak serius dari krisis melalui permintaan mereka

Namun menurut presiden, Indonesia tidak akan melibatkan IMF dalam menyelesaikan masalah tersebut. Namun Indonesia akan mengerahkan segara sumber daya yang ada untuk mengatasinya.

"Kita sudah pengalaman dengan IMF saat menghadapi krisis lalu. Negeri kita trauma waktu IMF ikut mengatasi krisis di Indonesia. Saya berpendapat, kita tidak perlu lagi menggunakan IMF," ujar SBY saat jumpa pers di Peninsula Hotel, Beijing, China (25/10/2008) seperti dilaporkan reporter detikcom, Anwar Khumaini.

Presiden yakin, dengan sumberdaya yang ada, Indonesia bisa dengan sendirinya mengatasi krisis yang melanda saat ini.

"Silakan negara lain yang minta bantuan IMF. Kita yakin, kita sendiri akan bisa," tegas SBY.

SBY menambahkan, 10 tahun lalu, Indonesia dihadapkan dengan krisis yang jauh lebih parah dibandingkan dengan saat ini. Namun, dengan kebijakan perekonomian yang tepat,akhirnya saat ini lambat laun perekonomian Indonesia bisa pulih.

"Namun krisis ini adalah pukulan bagi siapa saja. Jangan sampai kita lengah,"pungkasnya

Berkaitan dengan krisis finansial terkini, IMF mengaku sudah berdiskusi dengan sejumlah negara untuk memberikan paket bantuan. Kelima negara yang akan menjadi pasien itu adalah Hungaria, Islandia, Pakistan, Ukraina dan Belarusia.

Sementara Indonesia yang pada saat krisis moneter tahun 1997 silam mendapatkan bantuan dari IMF akhirnya memutuskan untuk melunasi utangnya ke lembaga keuangan tersebut. Indonesia pada Oktober 2006 lalu telah melunasi seluruh utang ke IMF yang berjumlah sekitar US$ 7 miliar.

Pembayaran utang ke IMF dilakukan dalam dua tahap yakni pada Juni 2006 sebesar US$ 3,75 miliar, dan sisanya sebesar US4 3,2 miliar dibayar pada Oktober 2006

(anw/qom)

Sumber: http://www.detikfinance.com/read/2008/10/25/213111/1025972/4/indonesia-tetap-tolak-imf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar