Senin, 16 Februari 2009

Rupiah dan IHSG Tersungkur



(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Rontoknya bursa saham regional ikut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke teritori negatif. Rupiah pun ikut terpangkas signifikan karena tekanan eksternal yang tajam.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi yang sedikit seiring ketatnya likuiditas di pasar global. Pelaku pasar kini concern pada masalah pelemahan ekonomi global yang juga telah menyeret Indonesia.    

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB) kuartal IV-2008 sebesar 5,2%  (yoy) berada jauh di bawah ekspektasi pasar yang mencapai 5,7% serta minus 3,6% dibanding triwulan sebelumnya.

Pelemahan ekonomi global akan membuat pelaku pasar lebih memilih mata uang yang aman seperti dolar AS terlebih kecenderungan nilai eskpor Indonesia juga menurun. Minimnya investasi asing yang masuk juga menekan rupiah.

Pada penutupan perdagangan saham sesi satu, Selasa (17/2/2009) IHSG turun 20,627 poin (1,54%) menjadi 1.321,375. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB melemah 195 poin menjadi 11.850 per dolar AS.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 26.972 kali, dengan volume 932,7 miliar unit saham, senilai Rp 547,2 miliar. Sebanyak 30 saham naik, 66 saham turun dan 35 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 30 menjadi Rp 700, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 6.350, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 10.850, Barito Pacific (BRPT) turun Rp 40 menjadi Rp 600 dan Mitra Rajasa (MIRA) turun Rp 25 menjadi Rp 445.

Sementara bursa saham Asia pada sesi siang ini mengalami kerontokan hebat seperti Hang Seng turun 2,95%, KOSPI turun 3,31%, Nikkei turun 1,52%, Shanghai turun 0,52%, STI Singapura turun 1,15% dan Taiwan turun 2,33%.    

(ir/qom)

Sumber:
http://www.detikfinance.com/read/2009/02/17/120808/1086034/6/rupiah-dan-ihsg-tersungkur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar