Tampilkan postingan dengan label kangabik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kangabik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Maret 2008

Ketika Cinta Bertasbih Diangkat ke Layar Lebar

Rabu, 26/03/2008


SUKSES film Ayat-Ayat Cinta yang ditonton jutaan orang di Indonesia, membuat penulis novel Habiburrahman El Shirazy optimistis film Ketika Cinta Bertasbih –yang juga ditulis olehnya––akan meraih kesuksesan yang sama,dan bahkan lebih baik.


Optimisme itu disampaikan Kang Abik – sapaan akrab Habiburrahman El Shirazy–– dalam acara soft launching film Ketika Cinta Bertasbih di Jakarta,kemarin.Rasa optimis itu ternyata sesuai dengan filosofi hidup yang dianut Kang Abik, yakni ”hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya’’.


”Demikian juga dengan buku yang saya buat.Saya membuat novel itu harus lebih baik dari novel sebelumnya. Saya berharap, film saya pun demikian,”ujar Kang Abik. Sikap optimis juga diungkapkan oleh sutradara yang akan membuat film Ketika Cinta Bertasbih,Chaerul Umam.


Menurutnya, tema islami memang banyak disukai masyarakat. Contohnya ketika ada pameran buku atau fesyen Islam,maka masyarakat akan berbondong- bondong melihatnya.


”Selama 12 tahun saya tidak membuat film. Saya memang lebih banyak ke sinetron.Tapi, saya fokus mencari sinetron dan film yang penuh nilai religi dan mencarinya itu sangat sulit.Kebetulan sekarang saya mendapat film religi.Saya yakin film ini akan disukai masyarakat. Sama halnya ketika saya membuat FTV Tukang Bubur Naik Haji.Respons masyarakat sangat besar. Sinetron itu menduduki rating teratas.Jadi untuk film ini, kita tunggu saja,” ungkap Umam.


Sutradara yang pernah sukses menggarap film Titian Rambut di Belah 7 (1982) itu tidak khawatir terhadap keberhasilan film Ayat-Ayat Cinta.Sebagai orang nomor satu di balik layar, Umam akan mencoba menggambarkan novel Ketika Cinta Bertasbih sesuai ekspektasi pembaca.


Mengingat novel religi ini sudah memiliki pembaca tersendiri dan novel tersebut telah mencatat angka penjualan lebih dari 350 ribu dalam waktu kurang dari dua tahun. Film Ketika Cinta Bertasbih akan diproduksi oleh rumah produksi Sinemart. Rencananya akan mengambil settingdi Mesir dan sebagian kota di Pulau Jawa.


Untuk membuat film yang sesuai dengan gambaran di novel, Sinemart mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggarapan Ketika Cinta Bertasbih. Sinemart akan mencari lima karakter penting untuk film yang direncanakan memulai syuting pada Agustus 2008 ini.


”Kami akan mencari lima karakter penting untuk audisi.Mudah-mudahan bisa mendekati dan sesuai dengan novelnya. Jadi siapa saja bisa ikut audisi, baik artis ataupun pendatang baru,” ujar Produser Ketika Cinta Bertasbih,Heri Hendriyanto.(tedy achmad)


Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/selebriti/ketika-cinta-bertasbih-diangkat-ke-layar.html