Rabu, 12 Agustus 2009

Ilusi Keamanan di Iraq


Lebih 100 orang tewas dalam serangan bom selama tiga hari di berbagai wilayah di Iraq. Serangan diarahkan ke kota Bagdad dan Mosul, pada hari Jum’at dan Senin. Serangan ini merupakan terbesar sejak pasukan AS di tarik dari kota-kota Iraq.

Serangan ini menjadi berita-berita utama di berbagai media internasional, di mana total korban yang tewas akibat serangan itu mencapai 157 orang, peristiwa yang mengerikan berlangsung di awal Agustus. Peristiwa ini menjadikan pemerintahan Iraq, nampaknya gagal menciptakan kondisi aman di seluruh Iraq, pasca pasukan AS ditarik dari kota-kota di Iraq, sejak Juni lalu.

Sejauh ini yang menjadi target sasaran aparat keamanan, kantor pemerintahan, dan kota-kota Syiah. “Serangan yang sekarang ini adalah Al-Qaidah, dan mereka melakukan koordinasi dengan menggunakan teknologi tinggi”, ucap Jendral Abdul Karim Khalaf. Dan, belakangan ini konflik antara golongan Syiah dan Sunni, semakin memuncak, dan ini adalah buah dari politik divide et impera, yang dijalankan AS, yang dapat mendorong pemerintah Nur Maliki akan meminta kembalinya pasukan AS.

Situasi keamanan yang diharapkan akan semakin membaik pasca penarikan pasukan AS, justru yang terjadi sebaliknya, di mana sejak Agustus ini, terus mengalami eskalasi yang sangat dahsyat, serangan bom yang berlangsung diberbagai tempat di Iraq. Meskipun, pemerintahan Nur Maliki, masih tetap yakin dapat menjaga keamanan kota Bagdad, dan bahkan seluruh wilayah Iraq, pasca penarikan pasukan AS dari negeri itu.

Nanun, menurut Alia Nusasif Jasim, anggota parlemen, yang bergabung dalam group komite anti korupsi, yang menegaskan milyaran dolar,yang raib dan tidak jelas rimbanya. “Sekarang, korupsi menjadi ancaman terbesar bagi Iraq, karena semuanya lembaga yang ada di Iraq terlibat dalam korupsi, termasuk lembaga keamanan, dan dari situ mereka mendapatkan pekerjaan”, ucap Jasim. (m/bbc)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ilusi-keamanan-di-iraq.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar