Kamis, 27 November 2008

Peneliti Temukan Cicak Jenis Baru

PARA peneliti Prancis telah berhasil menetaskan cicak jenis baru dari sebuah telur yang diambil dari suatu pulau di Pasifik Selatan. Telur itu dibawa sejauh 19.200 kilometer ke Paris dan menetas di sana.

MUSEUM Sejarah Alam Nasional Prancis, belum lama ini mengumumkan bahwa ini adalah kali pertama sebuah spesies kadal baru digolongkan berdasar satu individu yang ditetaskan dari telur

Hewan yang dinamai Lepidodactylus buleli itu tinggal di puncak-puncak pohon yang tumbuh di sepanjang pesisir Espiritu Santo, salah satu pulau terbesar di Vanuatu, sebelah timur Australia. Ekspedisi 2006 ke Espiritu Santo untuk mempelajari ekosistem kanopi hutan berbuah dengan temuan cicak sepanjang 7,5 cm itu.

Ivan Ineich, seorang ahli reptil, mengatakan ia pertama kali melihat cicak itu saat seorang pemanjat pohon tidak sengaja menebasnya menjadi dua bagian.

"Saya bertanya pada diri saya sendiri, hewan ini kelihatannya aneh. Namun saat itu saya tidak bisa memastikan apakah hewan ini adalah spesies baru," katanya.

Para pemanjat kemudian mengambil telur-telur cicak yang ada di atas pohon. Mereka mendapati sembilan telur yang kemudian dibungkus dalam tisu dan dibawa ke Perancis. Di sana telurtelur itu ditetaskan. Namun delapan di antaranya mati karena suhu dalam terrarium terlalu tinggi, sedangkan satu ekor hidup.

Habitat cicak adalah dinding-dinding dan di atap rumah. Di alam bebas, cicak hidup pada tempat-tempat teduh, di dahandahan pohon.

Cicak juga biasa memakan serangga dan terutama nyamuk. Umumnya cicak berukuran sekitar 10 centimeter. Cecak bersama dengan tokek dan sebangsanya tergolong ke dalam suku Gekkonidae.

Kebanyakan cicak muncul malam hari, terutama di sekitar lampu penerang.

Binatang melata ini bisa berjalan lincah tanpa takut jatuh dari dinding atau atap rumah. Kakinya seakan lengket pada dinding. Ini menjadi misteri hingga kelompok peneliti dari universitas California Barkeley memecahkannya, beberapa waktu lalu.

Dari berbagai data yang berhasil terkumpul, mereka meyakini bahwa kekuatan perekat pada telapak kaki cicak ditimbulkan oleh tenaga van der Waals.

Mereka menemukan adanya sekitar 500 ribu bulu halus yang kuat pada telapak kaki cicak. Bulu halus ini mengandung senyawa keratin yang juga terkandung pada rambut manusia. Bulu halus pada telapak kaki cicak ini panjangnya bervariasi, antara 30 sampai 130 mikrometer. Tebalnya pun hanya sepersepuluh tebal rambut manusia. Yang lebih menakjubkan lagi, ternyata ujung bulu halus ini masih terbagi lagi menjadi beberapa bagian yang berbentuk mirip dengan sendok teh.

Satu bulu halus tadi bisa memiliki kekuatan pelekat sampai 10 atm. Mereka mengukurnya langsung dengan menggunakan sebuah alat bernama atomic force microscope (AFM).(kcm/wkpd)

 Spesies Paling Familier
SAAT
ini ada banyak sekali spesies cicak. Namun, dari sekian banyak itu, tiga di antaranya adalah yang paling familier.

Cecak Tembok (Cosymbotus platyurus).
Sering ditemui di tembok-tembok rumah dan sela-sela atap. Cicak ini bertubuh pipih lebar, berekor lebar dengan jumbaijumbai halus di tepinya. Bila diamati di tangan, dari sisi bawah akan terlihat adanya lipatan kulit agak lebar di sisi perut dan di belakang kaki.

Cicak Kayu (Hemidactylus frenatus)
Bertubuh lebih kurus. Ekornya bulat, dengan enam deret tonjolan kulit serupa duri, yang memanjang dari pangkal ke ujung ekor. Cecak kayu lebih menyukai tinggal di pohon-pohon di halaman rumah, atau di bagian rumah yang berkayu seperti di atap. Terkadang didapati bersama cecak tembok di dinding luar rumah dekat lampu, namun umumnya kalah bersaing dalam memperoleh makanan.

Cicak Gula (Gehyra mutilata)
Bertubuh lebih kecil, dengan kepala membulat dan warna kulit transparan serupa daging. Cecak ini kerap ditemui di sekitar dapur, kamar mandi dan lemari makan, mencari butir-butir nasi atau gula yang menjadi kesukaannya. Sering pula ditemukan tenggelam di gelas kopi kita.(wkpd)

Sumber: http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=25398&kategori=17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar