Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2009

Fobia Israel Terhadap Hamas


Meski mengklaim berhasil menghancurkan kekuatan Hamas saat agresinya bulan Januari lalu, fobia Israel terhadap Hamas belum pupus. Sumber-sumber intelijen Israel mengungkapkan bahwa Hamas sedang membangun kekuatannya kembali di Gaza.

Untuk membangun kekuatannya itu, kata Israel, Hamas menyelundupkan misil-misil anti-pesawat dan anti tank ke Gaza. Israel juga mengklaim Gaza kini menjadi tujuan para jihadis yang selama ini melakukan perlawanan terhadap pasukan AS di Irak.

Menurut agen-agen intelijen Israel, para pejuang asal Irak itu masuk ke Gaza selama satu tahun belakangan ini dan mereka merupakan bagian dari jaringan yang oleh Israel disebut jaringan Jihad Islam Internasional dan Al-Qaida Israel meyakini bahwa para jihadis itu beralih ke Gaza karena menurunnya tensi perlawanan di Irak terhadap militer AS dan koalisinya.

Di Gaza, masih menurut sumber-sumber di Israel, para jihadis itu membentuk kelompok-kelompok perlawanan kecil dan menimbulkan persoalan bagi Hamas karena Hamas sulit mengkoordinir mereka. Meski demikian, Israel meyakini Hamas sengaja menahan diri untuk tidak melakukan serangan Israel dan memanfaatkan masa gencatan senjata untuk membangun kembali kekuatannya dan mempertahankan kontrolnya atas Jalur Gaza. (ln/imemc)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/palestina/fobia-israel-terhadap-hamas.htm

Seorang Yahudi untuk Perjuangan Palestina?


Benarkah Fatah berjuang untuk Palestina? Sudah sejak lama, Hamas tidak pernah mau mengakui Fatah sebagai rekan perjuangan—sebagaimana juga terhadap PLO-Yasser Arafat.

Saat ini, Fatah tengah mempersiapkan pembentukan Dewan Revolusi yang baru. Dan salah satu yang direkomendasikan untuk menjadi ketuanya adalah Dr. Uri Davis, dan yang mengejutkan (ataukah sebenarnya tidak?), Uri Davis adalah seorang Yahudi.

Menurut Ma’an—sebuah harian yang cukup populer di kawasan Palestina dan Israel—saat ini Fatah mempunyai kelemahan dalam berdialog dengan dunia luar, baik partai politik, pemerintahan, dan organisasi kemanusiaan. Dengan majunya Davis, maka hal-hal itu akan mampu diselesaikan.

Davis yang dilahirkan di Jerusalem menyebut dirinya sebagai bangsa Palestina Hebron. Ia menulis banyak buku salah satunya adalah tentang kebijakan Israel terhadap Palestina, termasuk kewarganegaraan Palestina di Israel. Ia juga menyebut Israel sebagai Negara Apartheid.

Saat ini Dewan Revolusi Fatah mempunyai 120 orang anggota, dan keanggotaannya terbuka untuk siapapun. Di dalam Dewan ini ada juga mereka yang berkeyakinan Kristen, dan juga Yahudi seperti Uri Davis. Jika terpilih, maka Davis akan menjadi Yahudi pertama yang menjadi ketua Dewan Revolusi.

Davis direkrut oleh Fatah pada tahun 1980 melalui PLO (Palestine Liberation Organization) yang didirikan oleh Khalil Al-Wazir yang juga ironisnya dibunuh oleh tentara Israel pimpinan Ehud Barak yang saat itu masih menjabat sebagai menteri pertahanan.

Menurut Davis, ia bergabung dengan Fatah karena organisasi ini mempunyai format kerja yang liberal dan percampuran berbagai ideologi yang harmonis. “Gerakan (Fatah) telah berjuang untuk membebaskan tanah air dan rakyat (Palestina) dari penjajahan,” ujar Davis.

Hmm, seorang Yahudi untuk perjuangan Palestina? Sesuatu yang tak akan pernah terjadi sampai datang akhir zaman, mungkin! (sa/haaretz)

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/palestina/seorang-yahudi-untuk-perjuangan-palestina.htm

Senin, 16 Februari 2009

Hillary Tak Akan Bertemu Tokoh Lintas Agama RI



Foto :AFP
Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton hanya akan bertemu dengan Presiden SBY dan Menlu Hassan Wirajuda dalam kunjungannya ke Indonesia. Tidak ada pertemuan dengan tokoh lintas agama.

"Nampaknya waktunya sangat terbatas. Karena pada hari Kamis siang sudah bertolak ke negara lain. Yang baru disepakati pertemuan Menlu dan Presiden," ujar Menlu Hassan Wirajuda.

Hassan menyatakan hal itu menjawab pertanyaan apakah Hillary akan bertemu dengan tokoh lintas agama, saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (17/2/2009).

Hillary akan berkunjung ke Indonesia selama dua hari mulai Rabu (18/2/2009) besok. Kunjungan ini akan menjadi kunjungan pertama Hillary ke Indonesia.

Dalam pertemuannya dengan Hillary nanti, menurut Hassan, akan dibicarakan mengenai upaya meningkatkan hubungan kedua negara dalam cakupan partnership strategic.

"Akan dibicarakan kesamaan konsepsi itu sendiri. Bisa diduga perkembangan di kawasan ASEAN dan Asia Timur dan peran negara di kawasan ini dalam mencari solusi di kawasan krisis," kata Hassan.

Selain itu, juga dibahas isu-isu upaya penyelesaian konflik di Iran, dan isu-isu lain yang menjadi perhatian kedua negara.

Apakah juga akan dibicarakan soal proposal perdamaian Palestina yang pernah dibicarakan antara Wapres Jusuf Kalla dengan Wapres AS Joe Biden beberapa waktu lalu? "Kita tidak bicara spesifik mengenai itu," jawabnya singkat. (anw/iy)

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/02/17/120415/1086030/10/hillary-tak-akan-bertemu-tokoh-lintas-agama-ri

Senin, 12 Januari 2009

Parlemen Asia Dukung Pengajuan Israel ke Mahkamah Internasional

 


Jakarta - Persatuan Parlemen se-Asia mengecam aksi tentara Israel di Gaza, Palestina. Mereka mendukung pengajuan pimpinan Israel ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang.
 
"Mengajukan pemimpin yang bertanggung jawab ke Mahkamah Internasional, termasuk panglima tentara," kata Presiden Asia Parliamentary Assembly, Agung Laksono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/1/2009).
 
Hal itu, lanjut Agung, adalah salah satu dari 6 butir pernyataan yang direkomendasikan. Sedang yang lainnya antara lain agar Israel menarik pasukan, dan juga dilakukan gencatan senjata agar tidak ada korban sipil.
 
"Parlemen Asia juga membekukan hubungan dengan parlemen Israel," tambah Agung.
 
Agung melanjutkan, hasil ini diperoleh dari pertemuan dengan mantan Presiden Parlemen Asia dari Iran Larinjani dan calon presiden parlemen Asia setelah dirinya yakni Mahmud Abas yang juga Ketua Parlemen Suriah.
 
Pertemuan dilakukan pada pekan lalu di Damaskus, Suriah. Saat itu, pihak parlemen Asia urung masuk ke wilayah Palestina karena tidak ada jaminan keamanan.
 
Sementara itu dalam pertemuan dengan PM Suriah Mohammed Naji Otri selama 20 menit dan selesai pukul 15.50 WIB, dibahas persoalan Palestina, ekonomi kedua negara dan lainnya.
 
Selain itu juga soal pekerja Indonesia yang ada di sana. "Jumlah TKI kita di sana kan puluhan ribu," ujar Agung.(ndr/nrl)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/01/12/170018/1067103/10/parlemen-asia-dukung-pengajuan-israel-ke-mahkamah-internasional

Rencana Israel Serang Pusat Nuklir Iran Dicegah



Natanz (Foto: Space Imaging Middle East)

Washington - Israel sempat mau menyerang Natanz, pusat nuklir terpenting milik Iran, dengan bom-bom penetrasi bunker dari Amerika.

Melalui permohonan sangat rahasia, Israel menyampaikan kepada presiden Bush mengenai rencananya itu tahun lalu. Selain bom penetrasi bunker, Israel juga minta izin untuk melintasi wilayah udara Irak ke Iran.

Namun Bush menolak semua permintaan itu. Dia khawatir pasukan AS harus angkat kaki dari Irak, jika sampai bocor bahwa AS mengizinkan rencana aksi Israel itu, demikian dilansir Marinecorps Times dari New York Times mengutip pejabat AS, Israel dan Eropa, Minggu (11/1/2009) waktu setempat.

Menhan Robert Gates meyakinkan Bush bahwa langkah seperti itu inefektif dan akan menyebabkan pengusiran terhadap para inspektur dari badan atom internasional (IAEA). Lagipula ditakutkan bahwa serangan itu akan mengobarkan perang Timur Tengah lebih luas.

Kepada Israel, Bush menjelaskan bahwa AS punya cara lebih halus untuk melumpuhkan ambisi nuklir Iran, antara lain dengan sabotase terhadap pusat pengayaan nuklir Natanz.

Proyek sabotase rahasia itu masih terus berjalan, namun Obama mengatakan bahwa dia menginginkan pendekatan baru terhadap Iran. (es/es)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/01/12/163648/1067061/10/rencana-israel-serang-pusat-nuklir-iran-dicegah

Pasukan TNI di Lebanon Temukan Cluster Bomb Israel



(Foto: Mabes TNI)
 

Jakarta - Patroli Indobatt (Indonesian Battalion)/Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-C/UNIFIL kembali menemukan UXO (Unexploded Ordnance) di daerah perbatasan antara Al Qantarah dengan Gandouriyah, Lebanon, Minggu (11/1) pukul 10.45 waktu setempat. Patroli dipimpin oleh Letda Inf. Suprianto Darmansyah, Danton 3 Kompi D (Abituren Akmil 2006).

Sekembalinya dari Random Check Point, seperti siaran pers dari Mabes TNI yang diterima detikcom, Senin (12/1/2009), patroli mendapat informasi dari masyarakat atas nama Hassan Hizazi seorang penggembala ternak tentang keberadaan UXO. Dari laporan warga tersebut, patroli langsung menuju TKP dan mendapatkan sebuah UXO yang ditinggalkan pasukan Israel.

UXO itu diperkirakan berasal dari cluster bomb. Untuk mengamankan temuan UXO tersebut, komandan patroli langsung menghubungi Indobatt G2 (Kasi Intel Batalion) guna penanganan lebih lanjut. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke markas sektor timur Unifil untuk penyelesaian lebih lanjut.

UXO adalah sisa-sisa peralatan perang yang belum meledak yang telah digunakan oleh IDF (Israeli Defence Forces) dalam perang 34 hari tahun 2006 di Lebanon. UXO dapat berupa serpihan bom cluster, proyektil artileri maupun roket. Sejak dihentikannya perang antara Israel dan Hezbollah tahun 2006, diperkirakan masih terdapat 4 juta UXO yang tersebar diseluruh wilayah Lebanon yang sengaja disebar oleh tentara Israel sebelum mereka meninggalkan Lebanon Selatan dan ini adalah benda mematikan yang tidak jarang membunuh warga yang tidak berdosa.  

Tercatat ada beberapa insiden mematikan akibat UXO pada beberapa bulan terakhir. Antara lain, di Adshit al Qusayr, seorang petani yang sedang membajak tanahnya dengan traktor tewas seketika saat berusaha memindahkan batu yang kemudian melindas UXO. Seorang tukang besi yang mencoba memotong proyektil yang ditemukan dengan maksud menjadikannya menjadi beberapa bagian juga tewas, karena proyektil itu  meledak saat dilas.

Di samping UXO, satu hal yang sangat membahayakan bagi peace keepers yang tergabung dalam misi UNIFIL, yaitu ranjau yang masih tersebar di wilayah operasi UNIFIL, termasuk di area of responsibility (AOR) Indobatt. (asy/asy)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/01/12/173848/1067144/10/pasukan-tni-di-lebanon-temukan-cluster-bomb-israel

Antisipasi Serangan Israel, Pasukan TNI di Lebanon Wajib Pakai Helm



(Foto: Mabes TNI)
 
Jakarta - Pasca serangan roket yang berasal dari arah Lebanon Selatan ke Israel, pengamanan terhadap personel pasukan PBB di Lebanon (UNIFIL) diperketat. UNIFIL Force Commander telah  mewajibkan kepada seluruh personelnya, termasuk personel TNI, menggunakan helm dan rompi anti peluru dalam setiap pergerakannya.

Instruksi ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari serangan artileri tentara Israel untuk membalas serangan roket yang diluncurkan dari arah Lebanon Selatan, kira-kira 7 Km arah timur dari markas UNIFIL beberapa waktu lalu.   Selain itu UNIFIL juga telah memberikan pembatasan terhadap pergerakan hanya untuk kepentingan yang sangat diperlukan dan menggunakan pengawalan kendaraan tempur.

Penyiapan shelter untuk perlindungan 2.200 orang personel dari berbagai negara yang ada di markas pusat UNIFIL (UNIFIL HQ) segera dilakukan dan juga meningkatkan jumlah penjagaan di tempat-tempat pengamatan dan pintu masuk. Peningkatan jumlah patroli sebanyak 2 x lipat dari waktu sebelumnya dan mengembangkan area yang diamankan sampai dengan 500 m di luar pagar UNIFIL HQ, merupakan bagian dari kesiagaan pasukan Indonesia dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh UNIFIL.    

Saat ini, sesuai siaran pers yang diterima detikcom dari Mabes TNI, Senin (12/1/2009), terdapat 210 personel TNI yang berada di UNIFIL HQ-Naqoura, Lebanon, terdiri dari 200 prajurit dari Kontingen Garuda XXVI-A yang dipimpin oleh Kolonel Marinir Saud Tamba Tua dan 10 orang Staff Officer UNIFIL HQ.   Kontingen Garuda XXVI-A yang bertugas menjaga keamanan UNIFIL HQ, segera meningkatkan kesiagaan untuk menjaga dan mengamankan seluruh personel serta aset yang berada di lingkungan UNIFIL HQ - Naqoura dari kemungkinan dampak terburuk yang mungkin akan terjadi disebabkan oleh insiden tersebut.

Peningkatan status siaga sejak terjadinya serangan dari Lebanon ke Israel atau sebaliknya, 7 (tujuh) Pos Pengamatan yang diawaki oleh personel Indonesia Force Protection Company (Indo FP Coy) sejak kemarin memantau jet tempur, heli tempur dan pesawat tanpa awak yang sering  mengelilingi wilayah UNIFIL HQ.

Kontigen Garuda XXVI-A juga telah mempersiapkan 7 (tujuh) unit kendaraan VAB buatan Perancis yang dimilikinya untuk mengamankan pergerakan UNIFIL Force Commander di seluruh wilayah Lebanon, yang secara langsung akan dipimpin oleh Komandan Indo FP Coy Letkol Marinir Imam Sopingi bersama dengan 150 orang personelnya.
(asy/asy)
 

Stop Serangan Israel - RI Siap Jadi Tuan Rumah KTT Islam-Arab

 


 
Jakarta - Para pemimpin negara-negara Islam dan Arab harus kompak dalam menekan Israel agar menghentikan serangannya ke Palestina. Indonesia siap jadi tuan rumah bagi pertemuan internasional tingkat tinggi membahas masalah itu.

Demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla (JK) tentang hasil pertemuannya dengan Perdana Menteri Suriah, Mohammad Naji al Otari, di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (12/1/2009).

"Kita siap menjadi host untuk Islamic emergency meeting," kata wapres.

Sejak mulai berkobarnya konflik di Palestina pecah, sudah banyak resolusi yang dihasilkan DK PBB. Tapi tidak ada yang dipatuhi oleh pihak Israel, dan tidak ada sanksi dunia pada negara tersebut.

Maka sudah waktunya komunitas internasional bersatu menekan Israel untuk menghentikan serangan militernya ke wilayah Palestina. Terutama dari tekanan politis kuat dari negara-negara Timur Tengah sebagai tetangga dekat.

"Lebih baik kita tekan secara internasional, dan negara-negara Arab harus bersatu", tegas JK.(lh/iy)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/01/12/153725/1067001/10/ri-siap-jadi-tuan-rumah-ktt-islam-arab

Sabtu, 10 Januari 2009

Iran Minta Ketegasan Sikap Mesir Soal Serangan Israel



(AFP)

Tehran - Iran meminta ketegasa sikap Mesir soal serangan Israel ke Palestina. Iran menilai Mesir seakan-akan menjadi partner Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza.

"Saat ini telah terdengar dalam pertemuan-pertemuan politik negara Barat bahwa pemerintah Mesir merupakan partner dalam kejahatan yang terjadi di Gaza," ujar Ahmadinejad seperti dilansir Reuters yang mengutip Mehr News Agency, Sabtu (10/1/2009).

Mesir merupakan satu-satunya negara Arab yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Negara ini telah menjadi sasaran protes kalangan garis keras di Iran karena dianggap tidak cukup membantu warga Palestina yang tengah diserang oleh Israel.

Pada tingkat tertentu, Mesir justru menyalahkan Hamas untuk kekerasan yang terjadi. Mesir menilai Hamas gagal memperbaharui perjanjian gencatan senjata dengan Israel.

Saat ini Mesir bersama negara-negara Eropa tengah mengupayakan mediasi untuk konflik yang telah merenggut 821 nyawa warga Palestina dan 13 warga Israel tersebut. "Saya percaya bahwa saat ini rezim Zionis (Israel) telah menemukan partner untuk tindak kejahatannya," lanjut Ahmadinejad.

"Karena itu, saya meminta pejabat Mesir untuk secepatnya menegaskan sikap mereka terhadap negara Palestina, khususnya dalam hal penduduk Jalur Gaza dan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis," imbuhnya.

Sementara itu Israel menuduh Iran memasok senjata ke Hamas. Namun Iran menegaskan pihaknya hanya memberikan bantuan moral, finansial, dan kemanusiaan kepada Palestina yang menjadi sekutunya.

Pada Kamis lalu pemimpin tertingg Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan beberapa pemerintah negara Islam di kawasan Timur Tengah telah bersalah karena tidak melakukan upaya lebih untuk menghentikan agresi Israel ke Gaza. Ahmadinejad memperkuat pandangan Khamanei dengan seruannya.

"Putuskan hubungan kalian dengan rezim Zionis. Boikot rezim ini. Jangan beri mereka kesempatan untuk mempengaruhi kalian," serunya.(sho/sho)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/01/11/060341/1066273/10/iran-minta-ketegasan-sikap-mesir-soal-serangan-israel

Puluhan Ribu Orang di Eropa dan Timur Tengah Gelar Aksi




(Reuters)

London - Puluhan ribu demonstran menggelar aksi di Eropa dan Timur tengah. Mereka mengecam agresi Israel ke Jalur Gaza. Di beberapa tempat, aksi tersebut diwarnai kericuhan.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (10/1/2009), 20.000 demonstran melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Israel di London, Inggris. Mereka terlibat bentrok dengan polisi. Sementara itu di Norwegia, polisi menyemprotkan gas air mata untuk menghadapi demonstran yang menggelar aksi di jalan-jalan Oslo.

Di Paris, Prancis, sekitar 30.000 orang turun ke jalan untuk mendesak Israel mengakhiri serangannya ke Gaza. Sebagian besar demonstran mengenakan peci Palestina dan meneriakkan 'kami semua orang Palestina, "Israel pembunuh,' dan 'perdamaian.'

"Kami di sini untuk mendesak dihentikannya perang yang tidak bisa diterima ini. Ada lebih dari 800 orang yang telah menjadi korban, termasuk anak-anak dan warga sipil. Kami tidak terima," ujar Pemimpin Partai Komunis Marie-George Buffet.

Di Jerman, lebih dari 40.000 orang menggelar aksi serupa. Di Irlandia, para demonstran melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Israel di Dublin. Mereka membawa sebuah keranda tiruan bergambar anak-anak Palestina yang tewas atau terluka.

Ribuan kaum Syi'ah di di Libanon juga melakukan aksi. Mereka membawa bendera Hizbullah dan Palestina.

"Kami katakan kepada warga Gaza dan para sesepuh di Gaza serta para pahlawan yang bertahan, kalian tidak sendiri. Kami bersama kalian...Kemenangan milik kalian, Insyaallah," seru pemimpin senior Hizbullah, Mohammed Raad, kepada massa.(sho/sho)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/01/11/051001/1066262/10/puluhan-ribu-orang-di-eropa-dan-timur-tengah-gelar-aksi

Indonesia Siapkan Pasukan Monitoring Mission ke Palestina





Jakarta - Meski PBB telah mengeluarkan resolusi, namun tanda-tanda akan meredanya konflik Israel-Palestina belum juga muncul. Jika gencatan senjata terjadi, Indonesia siap mengirimkan pasukan untuk melakukan monitoring mission.

"Kalau nanti terjadi gencatan senjata diperlukan monitoring mission observation. Kita diperintahkan untuk menyiapkan observation mission," ujar Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu (10/1/2009).

Hal tersebut Djoko ucapkan usai mendampingi SBY menerima telepon dari Presiden rancis Nicholas Sarkozy.

Djoko tidak menyebut berapa banyak pasukan monitoring yang akan disiapkan. Namun, menurutnya jumlahnya tidak akan banyak.

"Kita ngirim perwira. Nanti sekelompok perwira itu akan melakukan observasi di wilayah perbatasan," jelas Djoko.

Ini untuk kepentingan PBB? "Iya. Itu agar gencatan senjata berjalan dengan baik. Jika sudah dapat dihentikan gencatan senjata, pasukan masing-masing ditarik,"
pungkasnya.(anw/lrn)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/01/10/193610/1066221/10/indonesia-siapkan-pasukan-monitoring-mission-ke-palestina

Kamis, 08 Januari 2009

Kisah Dukungan Kanoute untuk Palestina


Sevilla - Mendapat kartu kuning hanyalah risiko yang amat kecil untuk sebuah dukungan moral. Seperti banyak kisah kecintaanya pada islam, Frederic Kanoute pun mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dalam pertandingan Kamis (8/1/2009) dinihari WIB, Kanoute bermain cemerlang dengan mencetak gol kedua lima menit sebelum turun minum, saat timnya Sevilla mengalahkan Deportivo La Coruna di ajang Copa del Rey dengan skor 2-1.

Usai menjaringkan bola ke gawang lawan, striker asal Mali itu membuka bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan "Palestine". Ini tentu saja dimaksudkan sebagai dukungan pada Palestina yang tengah digempur oleh pasukan Israel di Gaza.

Walaupun tidak menjadikannya bertelanjang dada, aksi Kanoute tersebut tetap membuahkan ganjaran "kecil" berupa kartu kuning dari wasit.

Yang menarik, Kanoute sebenarnya bisa melakukan hal itu lebih awal. Saat Sevilla ditahan Osasuna 1-1 pada 4 Januari lalu, ia terlihat memakai baju dalam yang sama, yang tembus dari jersey-nya di tengah guyuran hujan. Sayangnya ia tidak berhasil mencetak gol.

Pria berusia 31 tahun ini memang dikenal sebagai muslim yang taat dan kerap bangga menunjukkan identitas keyakinannya itu. Pada tahun 2007 misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya selama setahun, sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk menyelamatkan masjid terakhir yang ada di Sevilla. Masjid tersebut sedianya akan dijual karena populasi Muslim di kota tersebut mulai punah. Pemerintah setempat pun akhirnya memberi nama tempat ibadah tersebut sesuai dengan sang pembeli.

"Jika tidak ada Kanoute, kami tidak akan beribadah pada hari Jumat lagi, di mana itu adalah hari yang suci bagi umat muslim," tukas wakil dari komunitas Islam Spanyol, sesaat setelah Kanoute membeli Masjid tersebut, seperti dilansir AFP.

Ketaatan Kanoute dalam mengamalkan ajaran Islam juga mendapat dukungan penuh dari Sevilla. Ia diberi jersey khusus tanpa sponsor. Hal itu karena sponsor utama Los Palanganas, 888.com, adalah situs judi yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ia juga menyumbangkan seluruh hasil penjualan kaosnya untuk beramal.

( a2s / roz )

Sumber: http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2009/01/08/092824/1064889/424/kisah-dukungan-kanoute-untuk-palestina

Rabu, 07 Januari 2009

Obama Mulai Bicara Soal Konflik Israel-Palestina

Setelah lama diam terkait konflik Palestina-Israel, Presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama akhirnya mulai bicara. "Jelas saya sangat khawatir dengan konflik yang terjadi di sana [Gaza]. Saya terus memantau situasi hari demi hari. Banyaknya korban sipil di Gaza dan Israel sangat mengkhawatirkan. Setelah 20 Januari, saya akan lebih dapat mengeluarkan pendapat," kata Obama di New York, Rabu (7/1).

Warga sipil memang menanggung derita akibat agresi Israel, termasuk bayi-bayi yang lahir prematur di Rumah Sakit Asshifa Kota Gaza. Para dokter khawatir karena stok obat menipis. Belum lagi listrik yang menopang inkubator ini kerap mati. RS Assyifa hanya mampu menampung puluhan pasien tetapi nyatanya korban yang datang berjumlah ratusan serta terus bertambah dari hari ke hari.

Hingga hari kedua belas agresi Israel, hampir 600 warga Gaza tewas, 200 di antaranya sipil termasuk anak-anak. Sementara itu Departemen Luar Negeri Indonesia terus mengupayakan evakuasi Umi Saadah, tenaga kerja asal Salatiga, Jawa Tengah yang sudah delapan tahun bekerja di Gaza. Diperkirakan krisis kemanusiaan yang diawali blokade Israel selama 18 bulan terakhir memburuk. Bahaya kelaparan mengancam sekitar 1,5 juta warga Gaza.(JUM)
 

Bayi Baru Lahir Terkena Imbas Serangan Israel

Perang yang berkecamuk di Jalur Gaza membuat bayi-bayi yang dirawat di Rumah Sakit Shifa, Kota Gaza, Rabu (7/1), menderita. Pasokan listrik di rumah sakit tersebut terhenti sejak tiga hari lalu. Selain itu suplai obat-obatan juga berkurang.

Generator yang terus dipaksa bekerja dikhawatirkan rusak dalam waktu dekat. Fasilitas inkubator yang wajib ada bagi bayi prematur terpaksa hanya bisa dinikmati sementara waktu. Hal itu diperparah minimnya bahan pangan dan air bersih yang dibutuhkan para korban.

Tak hanya korban yang khawatir, para petugas medis juga harus menjaga diri mereka sendiri di tengah gempuran Israel. Sebuah mobil ambulans milik Free Gaza Movement rusak parah saat melintasi bangunan yang jadi sasaran tembak Israel. Pengemudinya terluka parah. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga melaporkan ada enam petugas medis tewas dan lainnya luka-luka sejak serangan Israel 27 Desember silam.

Krisis kemanusiaan ini yang dikhawatirkan banyak pihak. Meski bantuan mulai dibagikan, diperkirakan krisis kemanusiaan yang diawali blokade Israel selama 18 bulan terakhir kian memburuk. Bahaya kelaparan dan penyakit mengancam sekitar 1,5 juta warga Gaza.(IKA)
 

Wilayah Gaza Terus Digempur Israel

Pesawat tempur Israel menyasar kawasan dekat sebuah sekolah milik PBB di Jebaliya, tempat warga mengungsi, Selasa (6/1). Akibatnya, sedikitnya 34 orang tewas dan puluhan lainnya cidera. Serangan ke sekolah itu merupakan yang kedua kali dilancarkan Israel sejak Senin lalu. Sebelumnya serangan dilancarkan ke sekolah di kamp pengungsi Shaati yang menewaskan tiga orang. Insiden ini menambah jumlah korban tewas menjadi 600 orang dan tiga ribu lainnya terluka.

Namun, perlawanan tetap dikobarkan pejuang Hamas. Tak hanya menembakkan roket ke wilayah Israel, tembakan turut dilepaskan ke arah pasukan darat Israel yang terus merangsek masuk mendekati Kota Gaza. Lima tentara Israel tewas sejak dimulainya serangan darat ke Gaza, Sabtu lalu.

Sementara itu, tuduhan penggunaan rudal fosfor dilontarkan organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch terhadap militer Israel. Ini setelah melihat serangan militer zionis itu sepanjang Ahad lalu. Penggunaan rudal fosfor sebagai senjata utama dinilai telah melanggar hukum internasional karena dapat menyebabkan luka bakar hebat jika terkena kulit manusia. Israel sendiri mengklaim tak menggunakan rudal fosfor sebagai senjata, meski menggunakannya sebagai pengalih perhatian.

Upaya diplomasi untuk menghentikan konflik Israel-Palestina semakin giat diupayakan Uni Eropa. Organisasi Uni Eropa menggelar pertemuan dengan Presiden Israel Shimon Peres untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata. Sedangkan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, meneruskan usahanya berdialog dengan para pemimpin negara Timur Tengah, antara lain Suriah dan Lebanon untuk mencari solusi bagi krisis di Gaza.

Di tempat lain, untuk pertama kalinya presiden terpilih Amerika Serikat Barack Obama mengeluarkan pernyataan terkait krisis di Gaza. Selain merasa prihatin Obama kembali menegaskan niatnya menggolkan perdamaian di Timur Tengah selama ia menjabat sebagai Presiden AS.(IAN)

Sumber: http://www.liputan6.com/luarnegeri/?id=171015

Jumat, 18 April 2008

Bayi Palestina Dibunuh Israel

GAZA - Aksi kekerasan di kota Gaza semakin intensif. Dalam serangan terakhir, Rabu (27/2) malam, pesawat udara militer Israel menghujani Kantor Pemerintah Hamas dengan roket. Seorang bayi lelaki berusia enam bulan, anak Nasser Al-Borai, warga Palestina, terbunuh dalam aksi kekerasan tersebut. Selain itu, 30 lainnya terluka.


Insiden tersebut bermula ketika pesawat tempur Israel menyerang Kantor Perdana Menteri (PM) Hamas Ismail Haniyeh dan Kantor Menteri Dalam Negeri. Dalam kejadian itu, petinggi-petinggi Hamas dan Haniyeh selamat. Mereka sudah bersembunyi demi menghindari aksi percobaan pembunuhan oleh Israel.


Departemen Kesehatan Palestina menyatakan, sebagian besar korban luka adalah warga sipil permukiman yang dekat kantor pemerintahan tersebut. "Bayi yang menjadi korban itu meninggal karena terkena serpihan bom," kata salah satu petugas rumah sakit.


Menurut kesaksian salah satu petugas militer Palestina, 40 roket ditembakkan Israel. Selain Gaza, kota Ashkelon yang terletak 9,6 kilometer utara perbatasan Gaza, sekaligus rumah sakit pusat kota, tidak luput dari serangan. Untung, tidak ada korban di dua lokasi tersebut.


Sejatinya, aksi Israel itu merupakan balas dendam setelah Hamas menyerang Sekolah Tinggi Sapir di kota Sederot, Israel, Rabu (27/2) pagi. Hamas mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket yang membunuh seorang siswa itu.


Namun, tindakan Hamas itu dilakukan beberapa jam setelah dua serangan udara Israel membunuh tujuh orang di Gaza. Termasuk, dua komandan tinggi pada operasi roket Hamas. Aksi saling serang itu membuat warga sipil yang menjadi korban murka.


Meski demikian, petinggi Israel sepertinya tidak berniat mengurangi serangan. "Saya rasa kita tak harus menunjukkan belas kasihan kepada siapa pun yang mau membunuh kita," kata Menteri Kabinet Israel Meir Sheetrit kemarin. (AP/tik/tia)


Sumber: http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=336875