Senin, 31 Maret 2008

Lahan Siap, Exxon Awali Produksi 20 Ribu Barel

Senin, 31 Mar 2008,
KILANG MINYAK RAKYAT: Seorang penambang tradisional di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, mengumpulkan minyak mentah segayung demi segayung ke dalam drum-drum.

JAKARTA - Sumur Banyu Urip, lapangan migas dengan deposit terbesar di Blok Cepu, dipastikan mulai berproduksi akhir tahun ini. Kepastian tersebut dicapai setelah pembebasan lahan sumur di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, itu menunjukkan hasil.

Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin menyatakan, April mendatang, lahan di sekitar sumur mulai dibebaskan. Kesuksesan tersebut merupakan hasil koordinasi berbagai pihak, mulai pemerintah daerah, Perhutani, hingga kepolisian. "Bahkan, Pak Wapres (Jusuf Kalla) ikut turun tangan," katanya akhir pekan lalu.

Menurut dia, pembebasan lahan Blok Cepu sempat berlarut-larut akibat ulah para spekulan, sehingga memicu kekhawatiran target produksi tak tercapai. "Kali ini, kami tidak mau kecolongan lagi," tegasnya.

Dia menyatakan, tahap awal pembebasan meliputi lahan seluas 20 hektare. Lahan itu digunakan untuk proses konstruksi infrastruktur berupa storage atau tempat penampungan minyak, pipa penyalur, serta beberapa infrastruktur pendukung lain. "Itu infrastruktur primer," katanya.

Muin yakin pembebasan lahan bisa tuntas akhir tahun ini. Rencananya, masih ada 500 hektare yang perlu dibebaskan untuk pembangunan infrastruktur pendukung dan lahan penyangga.

Salah satu kendala utama pembebasan lahan Blok Cepu, kata dia, adalah alotnya negosiasi pembebasan lahan dengan masyarakat. Selain surat-surat tanah yang belum lengkap, kendala lain adalah harga tanah yang melonjak. Harga tanah yang sebelumnya Rp 2.500-Rp 5.000 per meter kini melonjak hingga Rp 150.000-Rp 500.000 per meter. Kebanyakan tanah tersebut dikuasai makelar atau cukong dari luar desa.

Saat dihubungi di tempat terpisah, Public Relation Manager ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) Deva Rachman mengungkapkan, Exxon selaku operator utama di blok tersebut tetap berupaya mencapai target produksi pada akhir 2008. "Dengan perkembangan saat ini, kami optimistis target itu bisa tercapai," ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Menurut dia, pada tahap awal, akan diproduksi 20.000 barel minyak per hari (bph). Selanjutnya, angka produksi ditingkatkan menjadi 165.000 bph pada periode produksi puncak yang rencananya dimulai 2011.

Saat ini, kata Deva, Exxon bersama Pertamina sebagai partner mengerjakan tahap pengembangan lapangan Banyu Urip. "Sudah ada lima sumur produksi," katanya.

Berdasar uji coba produksi, lima sumur tersebut sudah mampu memproduksi minyak hingga 20.000 bph.

Dia menuturkan, tahap pengembangan lapangan Banyu Urip meliputi pembangunan berbagai infrastruktur pendukung. Misalnya, saluran pipa minyak. Meski demikian, dia mengaku bahwa proses tersebut agak terhambat karena alotnya pembebasan lahan. Karena itu, jelas dia, kini pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Tentu agar prosesnya bisa berjalan lancar," ujarnya.

Dalam strategi produksi migas nasional, blok itu memang digadang-gadang akan menjadi kontributor utama sektor migas, selain Lapangan Duri di Sumatera milik Chevron. Kandungan migas di blok yang masuk dalam daerah aliran Sungai Bengawan Solo itu diperkirakan mencapai 1 miliar barel minyak ditambah 1,7 triliun kaki kubik gas bumi.

Blok Cepu sebagian besar berada di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur. Sumur utamanya adalah Banyu Urip yang memiliki potensi cadangan migas 507 juta barel setara minyak. Lapangan lain yang berlokasi di Bojonegoro, antara lain, Jambaran dan Cendana. Potensi cadangan di tiga lapangan tersebut berturut-turut 227 juta barel dan 61 juta barel. Lapangan lain, Sukowati, yang mempunyai cadangan 42,5 juta barel, kini sudah produksi dan digarap Petrochina.

Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, potensi cadangan migas lapangan Kemuning dan Alas Dara mencapai 7,9 juta barel. Ada pun lapangan gas Kedungtuban memiliki potensi 28 juta barel. Potensi cadangan migas Blok Cepu yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro mencapai 95,89 persen dibandingkan yang dimiliki Blora 4,11 persen. (owi/el)

Sumber: http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=10244

Tidak ada komentar:

Posting Komentar